![]() |
SIBERSATU.CO, JAKARTA – Pemerintah mempercepat penanganan Tuberkulosis (TBC) dengan mencatat lebih dari 241.000 penemuan kasus hingga awal Mei 2026. Keberhasilan pengobatan mencapai 80 persen, sementara perbaikan 8.000 rumah pasien TBC di wilayah prioritas tengah disiapkan guna memutus rantai penularan.
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari mengungkapkan data terkini per 3 Mei 2026 menunjukkan inisiasi pengobatan telah mencapai 84 persen dari target nasional 95 persen, sedangkan keberhasilan pengobatan berada di angka 80 persen dari target 90 persen.
“Penemuan kasus TB lebih dari 241.000 kasus. Inisiasi pengobatan 84 persen dari target 95 persen. Dan keberhasilan pengobatan 80 persen dari target 90 persen,” kata Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, penguatan skrining TBC dilakukan melalui integrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejak awal 2025. Pemerintah juga menyediakan alat Near Point of Care (nPOC) dan fasilitas X-Ray di puskesmas-puskesmas sebagai bagian dari penguatan kapasitas layanan.
Untuk mempercepat capaian program TB pada 2026, pemerintah melaksanakan program perbaikan 8.000 rumah pasien TBC di wilayah dengan beban kasus tinggi. Program ini bertujuan memutus rantai penularan sekaligus menciptakan lingkungan hunian sehat guna mendukung proses penyembuhan pasien.
“Pemerintah menargetkan perbaikan 8.000 rumah pasien TBC di wilayah prioritas beban kasus tinggi. Angka ini meningkat signifikan dari hanya 300 rumah per tahun pada periode 2020–2023,” ujar Qodari.
Ia menambahkan, sebanyak 5.453 rumah telah diusulkan untuk diperbaiki melalui aplikasi SIBARU. “Rumah layak huni adalah garis pertahanan pertama melawan penularan TBC,” tegasnya.
Upaya penanganan TB juga diperkuat melalui pemberdayaan 6.484 desa dan kelurahan siaga TB yang tersebar di 23 provinsi di seluruh Indonesia.
Langkah-langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menekan angka kasus TB, mengingat Indonesia masih termasuk negara dengan beban kasus TBC tertinggi di dunia.



