Iklan

Iklan

Terungkap Peran 3 Tersangka Kasus 2 PRT Terjun dari Lantai 4 Kos Benhil: Majikan Diduga Sadis hingga Perekrut Korban

Redaksi
Rabu, 06 Mei 2026
Last Updated 2026-05-06T18:50:18Z

SIBERSATU.CO, JAKARTA – Tiga minggu setelah insiden terjatuhnya dua pekerja rumah tangga (PRT) dari lantai 4 sebuah indekos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, polisi akhirnya mengungkap fakta baru di balik penetapan tiga tersangka dalam kasus yang sempat viral di media sosial itu.


Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan, tiga tersangka berinisial AV, T, dan WA memiliki peran yang berbeda dalam kasus ini.


AV disebut sebagai majikan dari dua PRT berinisial R dan D yang menjadi korban dalam insiden pada 22 April 2026 tersebut.


“Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka AV diduga mempekerjakan korban D sejak November 2025 hingga April 2026,” kata Budi dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).


Sementara itu, tersangka T dan WA disebut berperan dalam proses perekrutan korban sebagai PRT di lokasi tersebut.


“Tersangka T dan WA telah ditahan sejak 29 April 2026, sementara tersangka AV menyusul ditahan pada 5 Mei 2026. Penahanan dilakukan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut,” jelas Budi.


Korban Diduga Tidak Betah dan Nekat Melompat

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengungkapkan, dua PRT tersebut diduga nekat melompat dari lantai 4 kos karena tidak betah bekerja di tempat itu. Keterangan ini diperoleh dari PRT lain yang telah menjalani pemeriksaan.


“Informasi sementara, katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi. Jadi berdua loncat dari lantai 4,” ungkap Roby, Kamis (23/4/2026).


Majikan Diduga Berperilaku Sadis

Roby juga mengungkapkan dugaan lain yang melatarbelakangi tindakan korban. Tersangka AV disebut diduga berperilaku sadis terhadap para korban.


“Ada saksi yang lain yang ngomong bahwa mereka itu enggak betah karena majikannya sadis,” ujar Roby.


Meski demikian, Roby menegaskan pihaknya belum bisa memastikan bentuk konkret dari dugaan perlakuan tersebut.


“Sadis itu enggak tahu gimana kata-katanya. Enggak ngomong suka disiksa, tapi galak. Nah, itu bisa saja dengan omongan, bisa saja dengan tindakan. Kita juga belum tahu karena belum selesai pemeriksaan,” tandasnya.


Pihak kepolisian menyatakan penyidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap secara lengkap rangkaian peristiwa dan dugaan tindak pidana dalam kasus ini.


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan

Iklan
BREAKING NEWS