Iklan

Iklan

10 Suku dengan Lulusan Sarjana Terbanyak di Indonesia, Batak dan Minangkabau Pimpin Daftar BPS

Redaksi
Rabu, 10 Juni 2026
Last Updated 2026-06-10T19:04:46Z


SIBERSATU.CO — Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data mengenai persentase penduduk berusia 15 tahun ke atas yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) atau lebih tinggi berdasarkan suku bangsa di Indonesia. Data tersebut termuat dalam publikasi Profil Suku dan Keragaman Bahasa Daerah yang dirilis pada 12 Desember 2024.


Berdasarkan data tersebut, suku Batak menjadi kelompok etnis dengan persentase lulusan sarjana tertinggi di Indonesia. Sebanyak 18,02 persen masyarakat Batak berusia 15 tahun ke atas tercatat telah menyelesaikan pendidikan S1 atau lebih tinggi.


Posisi kedua ditempati suku Minangkabau dengan persentase 18 persen. Selisih yang sangat tipis antara Batak dan Minangkabau menunjukkan kuatnya tradisi pendidikan yang berkembang di kedua kelompok masyarakat tersebut.


Di peringkat ketiga terdapat suku Bali dengan persentase lulusan sarjana sebesar 14,54 persen. Angka yang sama juga dicatat oleh suku Bugis yang berada di posisi keempat.


Sementara itu, suku Betawi menempati posisi kelima dengan persentase lulusan sarjana sebesar 14,38 persen. Disusul suku Melayu di posisi keenam dengan 12,67 persen dan suku Banjar di posisi ketujuh dengan 11,24 persen.


Suku Jawa yang merupakan kelompok etnis terbesar di Indonesia berada di posisi kedelapan dengan persentase lulusan sarjana sebesar 9,56 persen. Sedangkan suku Sunda berada di peringkat kesembilan dengan angka 7,59 persen.


Adapun posisi kesepuluh ditempati suku Madura dengan persentase lulusan sarjana sebesar 4,15 persen.



Daftar 10 Suku dengan Lulusan Sarjana Terbanyak di Indonesia


  • Batak — 18,02%
  • Minangkabau — 18,00%
  • Bali — 14,54%
  • Bugis — 14,54%
  • Betawi — 14,38%
  • Melayu — 12,67%
  • Banjar — 11,24%
  • Jawa — 9,56%
  • Sunda — 7,59%
  • Madura — 4,15%


Data BPS tersebut menunjukkan adanya perbedaan tingkat pendidikan tinggi di antara berbagai kelompok masyarakat di Indonesia. Faktor budaya, kondisi sosial ekonomi, akses terhadap pendidikan, serta sejarah perkembangan pendidikan di masing-masing daerah menjadi beberapa aspek yang dapat memengaruhi tingkat capaian pendidikan masyarakat.


Pendidikan tinggi masih menjadi salah satu indikator penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia terus menjadi tantangan sekaligus prioritas dalam pembangunan nasional.


Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS), Profil Suku dan Keragaman Bahasa Daerah, rilis 12 Desember 2024.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan

Iklan
BREAKING NEWS