Iklan

Iklan

Pejabat DPRD Cirebon Viral Diduga Lontarkan Komentar Body Shaming ke Peserta Demo, Ini Klarifikasinya

Redaksi
Kamis, 18 Juni 2026
Last Updated 2026-06-18T10:49:14Z
Menyoroti kontroversi komentar pejabat DPRD Cirebon, Nana Kencanawati yang dinilai tak etis terhadap peserta aksi demonstrasi. (IG/@nowdots)

SIBERSATU.CO – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya dugaan komentar tidak etis yang dikaitkan dengan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Nana Kencanawati, terhadap salah satu peserta aksi demonstrasi.

Kontroversi tersebut mencuat setelah tangkapan layar unggahan dari akun Instagram pribadinya, @nanakencanawati, tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Dalam unggahan yang beredar, akun tersebut diduga menuliskan komentar bernada merendahkan terhadap salah satu peserta aksi yang terlibat dalam demonstrasi penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan Gedung DPRD Cirebon, pada Senin, 15 Juni 2026.

Komentar tersebut kemudian memicu reaksi publik karena dinilai tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat publik dan dianggap mengandung unsur body shaming.

Viral di Media Sosial, Publik Soroti Etika Pejabat

Unggahan yang beredar luas tersebut dengan cepat menuai perhatian publik. Sejumlah warganet dan kalangan masyarakat menilai bahwa pernyataan tersebut tidak mencerminkan etika komunikasi seorang pejabat publik.

Peristiwa ini pun menjadi perbincangan hangat di media sosial dan memunculkan kritik terhadap penggunaan bahasa dalam ruang digital oleh pejabat negara.

Nana Kencanawati Sampaikan Permintaan Maaf

Menanggapi polemik yang berkembang, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Nana Kencanawati, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.

Ia mengakui bahwa pernyataan yang beredar tersebut tidak tepat dan telah menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat.

“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada ibu yang bersangkutan, keluarga, serta seluruh masyarakat atas komentar yang saya tuliskan di media sosial,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.

Nana juga menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak mencerminkan sikap yang seharusnya ditunjukkan oleh seorang pejabat publik.

Klarifikasi: Disebut Libatkan Tim Pengelola Media Sosial

Dalam klarifikasinya, Nana menjelaskan bahwa saat kejadian, akun Instagram pribadinya sedang dalam pengelolaan tim media digital yang membantu aktivitas media sosialnya.

Ia menyebut bahwa komentar tersebut ditulis secara spontan oleh pihak yang mengakses akun tersebut.

“Pada saat itu akun Instagram saya digunakan oleh tim media, dan komentar tersebut ditulis secara spontan,” ungkapnya.

Nana juga mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah menerima banyak laporan dan telepon pada malam hari ketika isu tersebut telah viral di media sosial.

Ia menambahkan bahwa keterbatasannya dalam penggunaan teknologi membuatnya tidak segera mengetahui unggahan tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan pejabat daerah dan kembali menyoroti pentingnya etika komunikasi di ruang digital. Peristiwa ini juga menjadi pengingat akan perlunya kehati-hatian dalam penggunaan media sosial, khususnya bagi pejabat publik. (*)
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan

Iklan
BREAKING NEWS