![]() |
| Himbauan Mukhlisin vco kepada masyarakat koto dalam Barat, dalam menggunakan bantuan negara atas nama pribadi.(Dok Istimewa) |
Menurut Mukhlisin VCO, demokrasi yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat ikut berpartisipasi dalam menjaga kejujuran, keadilan, dan transparansi selama tahapan pemilihan berlangsung.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Koto Dalam Barat untuk tidak takut melaporkan apabila menemukan dugaan praktik politik yang tidak sehat. Setiap warga memiliki hak untuk mengawasi proses demokrasi agar berlangsung secara jujur, adil, dan bermartabat," ujar Mukhlisin VCO.
Ia menjelaskan bahwa tim sosial masyarakat yang telah dibentuk siap menerima berbagai laporan dari masyarakat terkait dugaan pelanggaran yang terjadi di lapangan. Seluruh laporan yang masuk akan dipelajari dan diverifikasi terlebih dahulu berdasarkan fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Mukhlisin VCO menegaskan bahwa salah satu praktik yang harus diwaspadai adalah adanya pihak-pihak yang memanfaatkan program bantuan pemerintah untuk kepentingan politik pribadi maupun kelompok tertentu.
Menurutnya, masyarakat harus memahami bahwa berbagai program bantuan yang diberikan pemerintah merupakan hak masyarakat dan berasal dari anggaran negara, bukan bantuan pribadi seseorang ataupun bantuan dari calon tertentu.
"Sebagai contoh, bantuan seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai), PKH (Program Keluarga Harapan), bantuan beras, bantuan minyak goreng, bantuan sosial pangan, bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, serta berbagai program bantuan pemerintah lainnya merupakan program negara yang diperuntukkan bagi masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa apabila terdapat oknum yang mengklaim bantuan pemerintah tersebut sebagai bantuan pribadi atau menjadikannya sebagai alat untuk memengaruhi pilihan politik masyarakat, maka tindakan tersebut patut menjadi perhatian dan dapat dilaporkan kepada tim sosial masyarakat untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut.
"Jika ada pihak yang mengatakan bahwa bantuan negara tersebut berasal dari dirinya secara pribadi atau digunakan untuk mengarahkan pilihan politik masyarakat, silakan laporkan kepada tim kami dengan bukti yang jelas.
Kami akan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku dan berkoordinasi dengan tim hukum apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum," tegas Mukhlisin VCO.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendidikan politik yang baik harus mengajarkan masyarakat untuk memilih pemimpin berdasarkan visi, program kerja, integritas, dan kemampuan dalam membangun nagari, bukan karena pengaruh bantuan sosial maupun tekanan dari pihak tertentu.
Mukhlisin VCO juga mengingatkan seluruh calon, tim sukses, relawan, dan simpatisan agar mengedepankan etika politik yang santun serta menghormati hak masyarakat dalam menentukan pilihan secara bebas dan tanpa tekanan.
Menurutnya, masyarakat Koto Dalam Barat dikenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai adat, musyawarah, dan persaudaraan. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan mampu menjaga suasana yang kondusif hingga pelaksanaan pemungutan suara berlangsung.
"Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan pilihan merusak hubungan persaudaraan. Pilwana hanya berlangsung beberapa hari, tetapi persaudaraan masyarakat akan terus terjalin untuk membangun nagari yang lebih maju dan sejahtera," katanya.
Menjelang hari pemungutan suara pada 27 Juni 2026, Mukhlisin VCO berharap seluruh masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijaksana serta ikut berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban selama proses demokrasi berlangsung.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, informasi yang menyesatkan, maupun berbagai bentuk provokasi yang dapat mengganggu persatuan warga.
"Demokrasi yang sehat akan melahirkan pemimpin yang kuat. Demokrasi yang jujur akan melahirkan pemerintahan yang dipercaya rakyat. Mari kita sukseskan Pilwana Koto Dalam Barat dengan damai, bersih, dan bermartabat demi masa depan nagari yang lebih baik," tutup Mukhlisin VCO.



