![]() |
| Ramai kabar teror pocong terjadi di sejumlah wilayah di Tangerang, Banten. (Threads/zybe.et - anaameliaseptiani) |
SIBERSATU.CO – Warga Tangerang, Banten, tengah diresahkan dengan viralnya kabar teror pocong di media sosial. Berbagai unggahan menyebutkan sosok pocong berkeliaran di malam hari, bahkan diduga membawa senjata tajam (sajam) untuk melancarkan aksi kejahatan.
Isu ini ramai diperbincangkan di platform Threads dan WhatsApp, di mana sejumlah warganet membagikan foto sosok berpakaian putih mirip pocong yang berdiri di depan rumah warga.
Diduga Modus Baru Tindak Kejahatan
Banyak warganet curiga bahwa "teror pocong" ini bukanlah kejadian mistis murni, melainkan taktik atau modus kejahatan. Diduga, pelaku menggunakan kostum pocong untuk menakut-nakuti calon korban agar suasana lingkungan menjadi tidak kondusif, sehingga memudahkan mereka melakukan pencurian atau perampokan.
Beberapa titik yang disebut dalam unggahan viral meliputi wilayah Poris Plawad, Cipondoh, hingga Ciputat Timur. Akun Threads @anaameliaseptiani dan @zybe.et menjadi salah satu yang membagikan peringatan bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan.
Tanggapan Kapolresta Tangerang: Jangan Panik
Menanggapi keresahan tersebut, pihak kepolisian segera angkat bicara. Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Tingkatkan kewaspadaan, namun tenang dan tidak panik. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi dan jangan menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya,” tegas Indra di Tangerang, Selasa (19/5/2026).
Indra menjelaskan bahwa teror bermodus mistis seringkali sengaja diciptakan untuk memicu ketakutan. "Jangan sampai ketakutan masyarakat justru dimanfaatkan oknum tertentu untuk melakukan tindak pidana seperti pencurian maupun perampokan," tambahnya.
Langkah Antisipasi: Aktifkan Ronda Malam
Sebagai langkah konkret mengamankan lingkungan, pihak kepolisian mengajak warga untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) atau ronda malam.
“Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Kombes Pol Indra.
Pihak kepolisian juga memastikan akan terus melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap motif di balik kemunculan sosok pocong yang meresahkan warga Tangerang tersebut. Masyarakat diminta segera melapor kepada pihak berwajib jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.



