Iklan

Iklan

Sidak SPPG Sukabumi: Wakil BGN Temukan Dapur Amburadul, Wastafel Palsu hingga Ungkap Asal-usul Ulat di Ompreng MBG

Redaksi
Senin, 11 Mei 2026
Last Updated 2026-05-12T02:22:15Z
Menyoroti SPPG di Sukabumi yang sempat viral gegara temuan ulat dalam penyajian menu MBG. Berikut ini ulasan selengkapnya. (IG/@sidakbgn)

SIBERSATU.CO, SUKABUMI — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Sagaranten, Margaluyu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan publik di media sosial. Sebelumnya, SPPG ini viral akibat ditemukannya ulat dalam ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Kini, sorotan makin tajam setelah Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke lokasi dan mengungkap sejumlah temuan mengejutkan.


Bangunan Tambal Sulam, Lantai Licin Bikin Terjatuh


Dalam unggahan Instagram resminya @nanik_deyang pada Senin, 11 Mei 2026, Nanik mengungkapkan bahwa meski tampak besar dan megah dari kejauhan, kondisi di dalam SPPG tersebut jauh dari standar yang ditetapkan BGN.


"Dari dapur atau SPPG inilah lahir ulat di ompreng yang beberapa waktu lalu viral," tulis Nanik.


Ia menilai bangunan tersebut hanya ditambal sulam seadanya lalu dicat biru menyerupai warna identitas BGN, tanpa renovasi memadai. Lantai yang tidak rata pun menjadi masalah serius.


"Bahkan saya sempat kejangkang (terjatuh) saking licinnya lantai karena kurang dibersihkan dari bekas minyak," ungkapnya.


Nanik menegaskan, jika standar awal program MBG yang berlaku sejak Januari 2026 diterapkan, SPPG ini dipastikan tidak akan lolos seleksi.


Steam Rice Rusak, Wastafel Hanya Pajangan


Saat tiba di lokasi sebelum pukul 01.00 WIB, Nanik mendapati para pegawai sudah mulai memasak menggunakan dandang karena alat steam rice dalam kondisi rusak.


"Saya minta pada mitra, tolong steam rice-nya harus punya dua, satu untuk cadangan bila tiba-tiba yang satu rusak," tegasnya.


Temuan lain yang tak kalah mengejutkan adalah keberadaan dua wastafel yang dipasang hanya untuk pencitraan, tanpa aliran air sama sekali.


"Saat saya datang pura-pura dipasang dua wastafel, padahal tidak ada aliran airnya, alias hanya artifisial," beber Nanik.


Buah Disimpan di Bawah Meja, Diduga Jadi Sumber Ulat di Ompreng


Nanik juga menemukan ruang pemorsian yang ditempatkan di area gudang, jauh dari standar higienitas dapur profesional. Dari temuan inilah ia mulai memahami asal-usul ulat yang sempat viral di ompreng MBG.


"Buah ditaruh di bawah meja pemorsian. Buah yang mungkin tidak dicuci bersih dan masih ada ulatnya, kemudian ulatnya naik ke meja pemorsian dan menjalar ke ompreng," jelas Nanik.


Temuan sidak ini menjadi peringatan serius bagi pengelola SPPG di seluruh Indonesia untuk memastikan standar kebersihan dan kelayakan dapur program MBG benar-benar terpenuhi demi keselamatan para penerima manfaat. (*)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan

Iklan
BREAKING NEWS