Iklan

Iklan

Juri LCC Empat Pilar MPR 2026 di Kalbar Diduga Tidak Adil, Jawaban Sama Dapat Nilai Berbeda — MPR Minta Maaf

Redaksi
Senin, 11 Mei 2026
Last Updated 2026-05-12T02:47:21Z

Menyoroti kasus dalam perlombaan cerdas cermat yang digelar MPR RI di Kalimantan Barat hingga viral di media sosial. (YT/@MPRRIOfficial)

SIBERSATU.CO — Ajang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mendadak viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan dugaan ketidakadilan dalam penilaian dewan juri.


Dalam video yang tayang melalui kanal YouTube MPR RI pada Minggu, 10 Mei 2026 itu, terlihat seorang peserta secara terang-terangan mengajukan protes kepada juri karena merasa dirugikan — jawaban yang disampaikan kelompoknya dinilai sama persis dengan kelompok lain, namun mendapat skor yang jauh berbeda.


Jawaban Sama, Nilai Berbeda


Insiden bermula saat moderator mengajukan pertanyaan mengenai pertimbangan wajib DPR dalam memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).


Grup C dari SMAN 1 Pontianak menjawab lebih dahulu dengan menyebutkan bahwa anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan diresmikan oleh Presiden. Namun salah seorang juri, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR, Dyastasita, justru memberikan nilai -5 untuk jawaban tersebut.


Berselang beberapa saat, Grup B dari SMAN 1 Sambas menyampaikan jawaban yang nyaris identik. Kali ini, Dyastasita memberikan nilai sempurna, yakni 10 poin.


"Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10," ujar Dyastasita.


Peserta Protes Langsung ke Juri


Perbedaan penilaian itu langsung memicu protes dari Grup C di hadapan juri dan seluruh peserta.


"Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama," kata salah seorang peserta Grup C.


Dyastasita berdalih jawaban Grup C tidak menyebut unsur DPD secara jelas. Sementara juri lain, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, Indri Wahyuni, menambahkan bahwa penilaian minus diberikan karena alasan artikulasi yang dinilai tidak jelas.


"Kalau menurut kalian sudah, tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai -5," tegas Indri.


MPR Minta Maaf dan Janji Evaluasi


Merespons viralnya insiden tersebut, Wakil Ketua MPR Abcandra Muhammad Akbar Supratman angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf secara resmi.


"Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini," kata Akbar dalam pernyataannya, Senin, 11 Mei 2026.


Akbar menyebut sejumlah aspek akan dievaluasi, mulai dari sistem tata suara hingga mekanisme banding dalam perlombaan. Ia juga mengaku mendapat informasi bahwa insiden serupa pernah terjadi di provinsi lain pada tahun sebelumnya.


"Saya melihat, Lomba Cerdas Cermat ini perlu dievaluasi supaya lebih baik. Jangan ada lagi kejadian seperti ini," tandasnya.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan

Iklan
BREAKING NEWS