Iklan

Iklan

Rupiah Lebih Tahan Banting Dibanding Mata Uang Negara Lain, Ini Faktanya

Redaksi
Selasa, 05 Mei 2026
Last Updated 2026-05-05T12:23:19Z

SIBERSATU.CO – Nilai tukar rupiah pada Selasa (5/5) dibuka sedikit melemah di level Rp17.420 per dolar Amerika Serikat (AS). Meski demikian, pelemahan yang terjadi dinilai masih wajar dan menunjukkan stabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan mata uang negara berkembang lainnya, Jakarta, (05/05/2026).

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin G. Hutapea, mengatakan bahwa pergerakan rupiah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang di pasar negara berkembang sejak awal konflik di Timur Tengah.


“Pergerakan rupiah masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya,” ujar Erwin di Jakarta, Selasa (5/5).


Data terbaru memperlihatkan bahwa beberapa mata uang mengalami pelemahan yang lebih tajam dibandingkan rupiah. Peso Filipina turun sebesar 6,58 persen, Baht Thailand melemah 5,04 persen, Rupee India turun 4,32 persen, dan Peso Chile terkoreksi 4,24 persen. Dalam periode yang sama, rupiah hanya melemah sekitar 3,65 persen, sementara Won Korea tercatat lebih stabil dengan pelemahan 2,29 persen.


Meski bergerak di kisaran Rp17.400 per dolar AS, tekanan terhadap rupiah dinilai masih dalam batas moderat bila dibandingkan dengan negara lain, baik di kawasan Asia maupun secara global.


Bank Indonesia menegaskan akan terus berperan aktif di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Berbagai instrumen akan dimanfaatkan, termasuk transaksi Non‑Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri, transaksi spot dan Domestic Non‑Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.


Erwin menambahkan bahwa langkah‑langkah tersebut dijalankan secara konsisten dan terukur agar mekanisme pasar tetap berjalan dengan baik dan nilai tukar rupiah mencerminkan fundamental ekonomi domestik.


“Bank Indonesia akan terus memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai nilai fundamentalnya,” kata Erwin.


Di tengah tekanan global yang masih berlangsung, komitmen otoritas moneter ini menjadi faktor penting untuk mencegah gejolak nilai tukar berkembang menjadi risiko yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan

Iklan
BREAKING NEWS