![]() |
| Profesional dan kemasyarakatan Abdul Halim terlihat dalam kampanye Akbar, (Dok. Foto: Istimewa) |
SIBERSATU.CO, PASAMAN BARAT — Kampanye akbar Abdul Halim, calon Wali Nagari Batahan Barat nomor urut 04, berlangsung dalam suasana penuh semangat, kebersamaan, dan kekompakan, Selasa, (15/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri tokoh-tokoh masyarakat, simpatisan, serta tim pendukung yang menunjukkan soliditas dalam mengawal perjalanan Abdul Halim menuju Pemilihan Wali Nagari Batahan Barat.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan. Para simpatisan hadir dan mengikuti rangkaian acara dengan tertib, menciptakan atmosfer kampanye yang semarak sekaligus penuh kekeluargaan.
Kampanye akbar tersebut tidak sekadar menjadi ruang konsolidasi pendukung. Momentum itu juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan gagasan, visi, dan misi Abdul Halim mengenai arah pembangunan serta pelayanan masyarakat di Nagari Batahan Barat.
Kehadiran tokoh masyarakat, simpatisan, dan tim pemenangan menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Mereka menunjukkan dukungan melalui kehadiran dan keterlibatan dalam rangkaian kampanye.
Kekompakan yang terlihat dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bagaimana tim Abdul Halim membangun komunikasi dengan masyarakat. Pesan mengenai persatuan, kebersamaan, dan pentingnya menjaga suasana kondusif turut menjadi bagian dari kampanye.
Bagi Abdul Halim, dukungan masyarakat merupakan amanah sekaligus tanggung jawab. Karena itu, proses menuju pemilihan diharapkan berlangsung dengan tetap mengedepankan etika, persaudaraan, dan penghormatan terhadap pilihan masyarakat.
Kampanye akbar tersebut dipandu Lidya, yang dikenal sebagai penyiar TVRI Sumatera Barat.
Kehadiran Lidya sebagai moderator membuat jalannya acara berlangsung lebih terstruktur. Setiap agenda disampaikan secara sistematis sehingga pesan-pesan yang dibawa dalam kegiatan dapat diterima oleh masyarakat dan para simpatisan yang hadir.
Nuansa profesional juga terlihat dari pengemasan acara yang memadukan penyampaian gagasan calon dengan suasana kebersamaan para pendukung.
Sementara itu, Andri Muzaki tampil sebagai juru bicara Abdul Halim dalam kampanye tersebut.
Andri menyampaikan pesan-pesan terkait pencalonan Abdul Halim sekaligus mengajak seluruh pendukung untuk tetap menjaga soliditas dan kebersamaan.
Menurutnya, kekuatan perjuangan tidak hanya ditentukan oleh jumlah simpatisan, tetapi juga oleh kemampuan membangun kebersamaan dan menjaga komunikasi dengan masyarakat.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar seluruh tim dan simpatisan tetap menjaga suasana pemilihan yang damai, santun, dan bermartabat.
Dalam pencalonannya, Abdul Halim membawa visi “Terwujudnya Nagari Batahan Barat yang Maju, Adil, Berbudaya, dan Berlandaskan Hukum demi Kesejahteraan Masyarakat.”
Visi tersebut menjadi pijakan dalam menawarkan arah pembangunan Nagari Batahan Barat ke depan.
Sejumlah sektor menjadi perhatian, mulai dari tata kelola pemerintahan nagari, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan pemuda, penguatan ekonomi masyarakat, pembangunan infrastruktur, hingga pelestarian adat dan budaya.
Abdul Halim juga menempatkan kualitas pelayanan masyarakat sebagai salah satu bagian penting dalam gagasan yang disampaikannya.
Pelayanan pemerintahan nagari diharapkan dapat berjalan secara cepat, mudah, ramah, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pemberdayaan generasi muda menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam gagasan Abdul Halim.
Penguatan pendidikan, keterampilan, serta peluang ekonomi bagi pemuda dipandang penting agar generasi muda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari penggerak kemajuan nagari.
Di sisi lain, penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor-sektor potensial di nagari juga menjadi bagian dari arah pembangunan yang ditawarkan.
Pertanian, usaha masyarakat, pembangunan infrastruktur, serta potensi wisata menjadi beberapa sektor yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan potensi Nagari Batahan Barat.
Selain pembangunan fisik dan ekonomi, Abdul Halim juga memberikan perhatian terhadap keberadaan adat dan budaya.
Pelestarian nilai-nilai adat dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga identitas masyarakat Nagari Batahan Barat di tengah perubahan zaman.
Pembangunan nagari, dalam gagasan tersebut, tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia dan penguatan nilai-nilai sosial kemasyarakatan.
Di tengah kampanye akbar, nomor urut 04 menjadi identitas yang terus digaungkan para simpatisan Abdul Halim.
Nomor tersebut menjadi bagian dari branding kampanye dan diperkenalkan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosialisasi.
Kehadiran tokoh masyarakat, simpatisan, dan tim yang solid membuat kampanye akbar tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan pencalonan Abdul Halim.
Namun, di balik semaraknya dukungan, pesan mengenai persatuan dan kondusivitas tetap menjadi bagian penting yang disampaikan kepada masyarakat.
Kampanye merupakan bagian dari proses demokrasi di tingkat nagari. Karena itu, penyampaian visi, misi, dan program kepada masyarakat menjadi ruang bagi pemilih untuk mengenal lebih jauh gagasan yang ditawarkan calon.
Dalam konteks tersebut, Abdul Halim bersama timnya menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan suasana kondusif di tengah masyarakat.
Kampanye akbar ini pun menjadi panggung bagi Abdul Halim untuk memperkenalkan gagasan pembangunan sekaligus memperkuat komunikasi dengan masyarakat Batahan Barat.
Dengan dukungan simpatisan, tokoh masyarakat, serta tim yang solid, perjalanan Abdul Halim dengan nomor urut 04 terus bergulir menuju tahapan pemilihan.
Bersama masyarakat, membangun Batahan Barat dengan semangat kebersamaan, pelayanan, dan kemajuan nagari.



