![]() |
| Sejumlah peserta menampilkan permainan Tambua Tasa dalam kegiatan Batajau Tambua Tasa, (Dok. Foto: Yusril) |
SIBERSATU.CO, PADANG PARIAMAN — Sebanyak 17 kelompok ambil bagian dalam kegiatan Batajau Tambua Tasa yang digelar di Nagari Limau Puruik, Kecamatan Limo Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal, memainkan, sekaligus menjaga keberlangsungan salah satu kesenian tradisional Minangkabau yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ketua Pelaksana Batajau Tambua Tasa, Reza Falefi, berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan. Ia menginginkan kegiatan serupa terus berlanjut dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah.
Menurut Reza, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam memastikan kesenian tradisional Minangkabau tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Kalau tidak kita yang melestarikannya, lalu siapa lagi,” ujar Reza saat diwawancarai di sela kegiatan.
Kegiatan itu turut dihadiri Wali Nagari Limau Puruik, Afriyan. Ia mengatakan, kegiatan seni dan budaya dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan bakat ke arah yang lebih baik.
Selain melestarikan budaya, menurut Afriyan, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana bagi anak muda untuk mengisi waktu dengan aktivitas positif sehingga terhindar dari berbagai hal negatif.
“Ini untuk meningkatkan minat dan bakat generasi muda ke arah yang lebih baik, sekaligus menghindarkan mereka dari hal-hal negatif,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Agusriadi, S.Pd.I. Ia berharap Batajau Tambua Tasa dapat menjadi ruang bagi generasi muda Minangkabau untuk tetap mengenal akar budaya mereka.
“Semoga ini menjadi wadah agar anak muda Minang tidak melupakan kesenian Minang yang telah kita jaga sejak zaman dahulu,” katanya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, yang ikut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Batajau Tambua Tasa di Nagari Limau Puruik.
Kehadiran sejumlah unsur pemerintahan dan legislatif itu memperkuat harapan masyarakat agar kegiatan budaya seperti Batajau Tambua Tasa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Dengan partisipasi 17 kelompok, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga ruang pertemuan antargenerasi dalam menjaga identitas dan warisan budaya Minangkabau di tengah perubahan zaman.



