Iklan

Iklan

Pelajar SMKN 3 Pariaman Tewas Tenggelam di Pantai Manggung, Pihak Sekolah Sampaikan Belasungkawa

Redaksi
Minggu, 09 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-08T19:05:14Z

SIBERSATU.CO, PADANG PARIAMAN — Seorang pelajar kelas X jurusan Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kota Pariaman, Al Farid Pratama Firensyah, meninggal dunia usai terseret arus ombak di Pantai Desa Manggung.


Sebagai wujud belasungkawa, jajaran tenaga pendidik dan perwakilan siswa melayat ke rumah duka di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Padang Alai, Kabupaten Padang Pariaman, pada Sabtu (8/8/2026).


Rombongan yang dipimpin langsung oleh Kepala SMKN 3 Pariaman, Alza Sofyan, tiba di rumah duka pada pukul 09.00 WIB. Dalam kunjungan tersebut, pihak sekolah turut menyerahkan santunan duka cita guna meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.


Berdasarkan kronologi yang dihimpun, insiden nahas itu terjadi di luar jam sekolah, tepatnya pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban bersama tiga rekannya tengah mandi di kawasan Pantai Manggung.


Kondisi gelombang laut yang mendadak tinggi dan arus yang kuat membuat korban terseret menjauh dari bibir pantai.


Ketiga rekan korban sempat berupaya keras memberikan pertolongan. Namun, derasnya ombak membuat upaya tersebut gagal hingga korban akhirnya tenggelam dan hilang dari pandangan. Warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut langsung melapor kepada pihak berwenang.


Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim SAR tiba di lokasi selang beberapa menit kemudian. Proses pencarian segera dilakukan dengan menyisir area sekitar pantai.


Setelah kurang lebih satu jam melakukan penyisiran, tim gabungan akhirnya berhasil menemukan korban. Farid dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia setelah tubuhnya ditemukan terjepit di antara susunan batu pemecah ombak (breakwater).


Sebagai informasi, Farid merupakan remaja asal DKI Jakarta yang memutuskan pindah ke kampung halaman orang tuanya untuk melanjutkan pendidikan. Baru satu bulan menimba ilmu di SMKN 3 Pariaman, insiden tragis ini terjadi. 


Jenazah almarhum kini telah disemayamkan di kediaman sang nenek di Nagari Koto Tinggi. Menyusul peristiwa ini, Kepala SMKN 3 Pariaman mengambil langkah preventif dengan menunda kegiatan Latihan Dasar Disiplin Korp (LDDK) bagi siswa kelas X.


Pihak sekolah juga memberikan imbauan tegas kepada seluruh peserta didik agar lebih waspada dan berhati-hati terhadap kondisi alam saat beraktivitas di sekitar perairan. (HH)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan

Iklan
BREAKING NEWS