SIBERSATU.CO, PADANG — Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mendapat peluang baru untuk memperkuat posisi Sumatera Barat di peta penerbangan regional. BIM masuk dalam enam bandara Indonesia yang dipromosikan sebagai calon hub untuk memperluas konektivitas penerbangan Indonesia dengan negara-negara ASEAN dan China.
Selain BIM Padang, lima bandara yang masuk dalam daftar tersebut yakni Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, dan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.
Rencana tersebut dibahas dalam ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements (ACWG-RASA) ke-17 di Yogyakarta, 7–9 Juli 2026.
Pasar China menjadi salah satu alasan penguatan konektivitas tersebut. InJourney Airports mencatat sekitar 1,7 juta penumpang asal China melakukan perjalanan ke Indonesia sepanjang 2025 melalui penerbangan langsung maupun tidak langsung.
Tren tersebut dinilai membuka peluang untuk memperluas akses wisatawan China ke berbagai destinasi di luar jalur wisata utama.
Bagi Sumatera Barat, masuknya BIM dalam daftar tersebut menjadi peluang untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara sekaligus menggerakkan sektor hotel, restoran, transportasi, ekonomi kreatif dan UMKM.
Kekayaan wisata alam dan budaya Minangkabau menjadi modal penting apabila konektivitas internasional dari BIM semakin berkembang.
Namun, BIM belum resmi menjadi hub penerbangan ASEAN-China. Status tersebut masih berada dalam tahap promosi dan penjajakan konektivitas bersama maskapai serta pemangku kepentingan terkait.
Jika terealisasi menjadi rute baru, penguatan konektivitas BIM berpotensi menjadikan Sumatera Barat semakin terhubung dengan pasar regional Asia.



