Iklan

Iklan

51 Sirene Peringatan Tsunami Terpasang di Sumbar, Dua Unit Tidak Aktif

Redaksi
Sabtu, 29 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-29T12:37:37Z

SIBERSATU.CO, PADANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman tsunami di wilayah pesisir. Saat ini, sebanyak 51 unit sirene Early Warning System (EWS) tsunami telah dipasang di sejumlah kabupaten dan kota yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, Sabtu (29/8/2026).


Pemasangan sistem peringatan dini tersebut menjadi salah satu langkah mitigasi bencana, mengingat kawasan pesisir Sumatera Barat memiliki potensi terdampak tsunami, termasuk berkaitan dengan potensi gempa dari zona megathrust Mentawai yang selama ini menjadi perhatian para ahli.


Berdasarkan data BPBD Sumbar, sirene EWS tsunami tersebar di enam dari tujuh kabupaten dan kota pesisir yang menjadi kawasan rawan. Kota Padang memiliki jumlah terbanyak dengan 33 unit sirene.


Selanjutnya, Kota Pariaman memiliki empat unit, Kabupaten Padang Pariaman dua unit, Pesisir Selatan lima unit, Agam tiga unit, dan Pasaman Barat empat unit.


Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Mentawai tercatat belum memiliki sirene EWS tsunami. Padahal, wilayah kepulauan tersebut berada di sisi barat Sumatera dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.


Secara keseluruhan terdapat 51 unit sirene EWS yang telah terpasang. Dari hasil pengecekan terakhir pada Rabu, 26 Agustus 2026, sebanyak 49 unit dinyatakan aktif dan dapat mengeluarkan suara dengan jelas, sedangkan dua unit lainnya tidak aktif.


Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumbar, Rezky Hidayat, mengatakan pemeriksaan rutin dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat dapat berfungsi ketika dibutuhkan.


“Uji coba atau cek sirine ini penting dilakukan, agar diketahui sirinenya aktif atau tidak, suaranya keras atau tidak. Kalau tidak aktif, kita bisa segera perbaiki,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumbar, Rezky Hidayat pada Jumat, (28/8).


Menurut BPBD Sumbar, pengujian sirene dilakukan secara rutin setiap tanggal 26 pukul 10.00 WIB. Pemeriksaan tersebut mencakup fungsi perangkat hingga kejelasan suara yang dihasilkan.


Dua unit yang ditemukan tidak aktif dalam pengecekan terakhir akan segera mendapat penanganan dan perbaikan agar dapat kembali berfungsi sebagai bagian dari sistem peringatan dini tsunami.


Keberadaan sirene EWS menjadi salah satu unsur penting dalam mitigasi bencana. Namun, kesiapsiagaan masyarakat, pemahaman terhadap jalur evakuasi serta kemampuan melakukan evakuasi mandiri setelah merasakan gempa kuat tetap menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko korban apabila tsunami terjadi.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan

Iklan
BREAKING NEWS