Iklan

Iklan

Dibawa Kekasih, Hilang 3 Tahun: Kisah YTR Terungkap Usai Ditemukan di IGD RSHS Bandung

Redaksi
Senin, 22 Juni 2026
Last Updated 2026-06-22T07:38:16Z

Menyoroti penuturan keluarga korban terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang wanita berinisial YTR di Bandung, Jawa Barat. (YT/DennySumargo)

SIBERSATU.CO, BANDUNG — Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR (29), warga Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menggemparkan publik. Korban yang sempat dilaporkan hilang sejak 2023 itu diduga mengalami penyekapan dan kekerasan dalam hubungan asmara dengan kekasihnya, TH (30).


Keluarga menyebut, YTR hilang kontak sejak 2023. Selama itu pula, korban diduga tidak pernah kembali ke rumah dan dipindahkan dari satu kos ke kos lain di kawasan Cileunyi. Ia juga disebut tidak diperbolehkan menggunakan telepon genggam oleh terduga pelaku.


Kasus ini mulai terungkap pada Rabu, 10 Juni 2026, setelah keluarga menerima pesan WhatsApp misterius yang menginformasikan bahwa YTR berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSHS Bandung. Saat ditemukan, kondisi korban disebut sangat memprihatinkan dengan luka-luka akibat dugaan penyiksaan berkepanjangan hingga mengalami kebutaan permanen.


Kabar terbaru datang dari pengakuan kakak ipar korban, Melanie. Ia menyebut sempat mengunggah informasi kehilangan YTR di media sosial pada awal masa pencarian, yang kemudian turut disebarkan di grup organisasi masyarakat tempat TH disebut berafiliasi.


“(Tertulis) telah hilang adik kami bernama itu dibawa kabur oleh laki-laki ini fotonya dipampang,” ujar Melanie dalam siniar YouTube Denny Sumargo, Senin (22/6/2026).


Unggahan tersebut, kata Melanie, sempat memicu respons hingga akhirnya YTR menghubungi pihak keluarga setelah beberapa waktu hilang kontak. Namun, komunikasi itu justru diwarnai kemarahan dari korban yang meminta unggahan pencarian dirinya dihapus.


“YTR nelpon marah-marah… saya nggak mau dicari, hapus postingannya,” kata Melanie menirukan ucapan korban.


Keluarga sempat menuruti permintaan tersebut karena khawatir situasi memburuk. Namun setelah itu, akses komunikasi dengan YTR kembali terputus.


Melanie juga mengungkapkan, keluarga sempat berencana melapor ke pihak kepolisian. Namun, upaya tersebut disebut mendapat respons penolakan dari korban yang saat itu masih berkomunikasi terbatas dengan keluarga.


“Saya bilang kalau nggak pulang saya lapor polisi… dia jawab ‘coba aja kalau berani lapor polisi saya malah nggak pulang selamanya’,” ujarnya.


Di sisi lain, keluarga juga menerima informasi dari rekan kerja YTR yang menyebut korban pernah menangis di lingkungan kerja dan mengaku tidak bisa melepaskan diri dari hubungan karena seluruh hartanya dikuasai oleh kekasihnya.


Melanie menambahkan, komunikasi terakhir dengan YTR terjadi pada akhir 2025. Saat itu korban sempat menyampaikan keinginan untuk pulang dengan pertanyaan yang menyentuh perasaan keluarga.


“Kalau aku pulang masih dianggap anak nggak ya,” kata Melanie menirukan ucapan YTR.


Keluarga sempat diminta menjemput YTR di kawasan Permata Hijau, Rancaekek, namun korban tidak pernah benar-benar kembali hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi kritis di Bandung. (*)


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan

Iklan
BREAKING NEWS