SIBERSATU.CO, PADANG PARIAMAN - Panitia Pacu Kudo 2026 resmi dibubarkan dalam acara yang digelar di Rumah Dinas Bupati Padang Pariaman, Sabtu malam (9/5/2026).
Event pacuan kuda ini sukses menarik 40 ribu pengunjung selama pelaksanaan 28-29 Maret 2026, menjadi penyumbang wisatawan terbesar dari total 90 ribu kunjungan sepanjang masa Lebaran 2026 di Kabupaten Padang Pariaman.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyatakan penyelenggaraan dua tahun berturut-turut ini terus menunjukkan kemajuan yang signifikan.
“Alhamdulillah, menurut orang bahwa Pacuan Kuda yang kita laksanakan dalam dua tahun terakhir ini makin lama semakin baik,” kata John Kenedy.
Ia mengapresiasi kerja keras seluruh panitia dan masyarakat yang telah menyukseskan perhelatan ini. “Saya selaku Kepala Daerah mengucapkan banyak terima kasih kepada panitia dan kepada masyarakat,” ujarnya.
Yang menjadi sorotan, seluruh penyelenggaraan tidak menggunakan APBD. Sarana prasarana seperti pagar dan kandang kuda dibangun murni dari dana sponsor. “Kami tidak mempergunakan APBD dalam melaksanakan itu, Alhamdulillah. Sarana yang sudah dapat kita bangun, berupa pagar, berupa kandang kuda, itu kita dapat dari dana Pacu Kudo sendiri yang kita dapat dari sponsor-sponsor,” jelas John Kenedy.
Bupati juga memastikan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung keberlangsungan Pacu Kudo. “Apa yang bisa kami lakukan, semaksimal mungkin akan kami lakukan,” tegasnya.
Kepala Disparpora sekaligus Ketua Panitia Anton Wira Tanjung merinci, 78 kuda bertanding dalam 24 rest dengan dukungan 62 donatur dan sponsor termasuk BUMN pusat. “Pacu Kudo paling menyumbang kunjungan pariwisata kita di 2026. Ini yang paling bagus dalam mengungkit perekonomian Kabupaten Padang Pariaman,” ujarnya.
Anton juga mengungkapkan, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif siap memasukkan Pacu Kudo ke dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2027 — program nasional yang dibiayai langsung oleh kementerian.
Dari sisi adat, Ketua KAN Balah Aie Baharudin Dt. Basa menegaskan Pacu Kudo bukan sekadar olahraga. “Sejak 1974 hingga 2026, Pacu Kudo melekat di hati masyarakat Balah Aie sebagai budaya, seni, dan olahraga, dan membantu perekonomian masyarakat,” katanya. Ia berharap fasilitas lapangan terus dibenahi dan acara ini konsisten digelar setiap tahun.


