Iklan

Iklan

9 WNI Dicegat Militer Israel di Laut Mediterania, Jurnalis Tempo dan Republika Ikut Ditahan

Redaksi
Senin, 18 Mei 2026
Last Updated 2026-05-20T01:40:26Z
Konferensi Pers Update Terkini Relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Via: Tempo/Riani Sanusi Putri
SIBERSATU.CO, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari perairan internasional Mediterania. Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tengah menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza dilaporkan dicegat paksa oleh militer Israel pada Senin, (18/05/2026).

Di antara mereka terdapat jurnalis dari dua media besar nasional, yakni Tempo dan Republika.

Pencegatan ini terjadi dalam rangkaian misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, sebuah konvoi kemanusiaan internasional yang membawa sekitar 450 relawan dari berbagai negara dengan tujuan menembus blokade Gaza yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Kronologi: Siaga 1 di Tengah Lautan

Koordinator Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Maimon Herawati, mengungkap kronologi kejadian dalam konferensi pers darurat yang digelar di Jakarta Selatan, Senin malam.

Sekitar pukul 14.00 WIB, kapal pertama dalam rombongan, Kapal Tabariyya (Cactus), dicegat oleh Angkatan Laut Israel. GPCI langsung menetapkan status Siaga 1 bagi seluruh relawan yang berada di atas kapal.

“Kami mendapat informasi bahwa Angkatan Laut Israel mulai mencegat laju kapal-kapal yang berlayar dalam misi menembus blokade,” ujar Maimon.

Anggota Dewan Pengarah GPCI, Irvan Nugraha, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional.

“Pencegatan ini bukan hanya mengancam satu kapal, tapi seluruh armada yang mengemban misi kemanusiaan di perairan internasional,” tegasnya.

Siapa Saja 9 WNI yang Dicegat Israel?

Para WNI yang terlibat berasal dari lembaga-lembaga kemanusiaan ternama Indonesia, serta sejumlah jurnalis yang meliput langsung misi tersebut. Berikut daftar lengkapnya:

  1. Herman Budianto Sudarsono — GPCI/Dompet Dhuafa | Kapal Zapyro
  2. Ronggo Wirasanu — GPCI/Dompet Dhuafa | Kapal Zapyro
  3. Andi Angga Prasadewa — GPCI/Rumah Zakat | Kapal Josef
  4. Asad Aras Muhammad — GPCI/Spirit of Aqsa | Kapal Kasr-1
  5. Hendro Prasetyo — GPCI/SMART 171 | Kapal Kasr-1
  6. Bambang Noroyono — Republika | Kapal BoraLize
  7. Thoudy Badai Rifan Billah — Republika | Kapal Ozgurluk
  8. Andre Prasetyo Nugroho — Tempo | Kapal Ozgurluk
  9. Rahendro Herubowo — GPCI/iNewsTV/Berita1/CNN | Kapal Ozgurluk

Jurnalis Republika Rekam Video Dramatis dari Dalam Kapal

Situasi semakin menegangkan setelah jurnalis Republika, Bambang Noroyono, berhasil merekam dan mengunggah sebuah video berdurasi 56 menit sebelum kontak terputus. 

Dalam video yang kemudian viral di media sosial tersebut, Bambang tampak memegang paspor Indonesia sambil menyampaikan pesan mendesak.

“Jika Anda menemukan video ini, mohon sampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara zionis Israel,” ujarnya.

Ia juga memohon agar pemerintah segera mengambil tindakan untuk membebaskannya, sekaligus menegaskan dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina.

Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, langsung angkat bicara dan mengecam keras tindakan pencegatan tersebut.

“Ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan jurnalis sipil yang sedang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza,” kata Andi.

Wartawan Tempo Kirim SOS, Kontak Terputus Sejak Minggu

Kondisi tak kalah mengkhawatirkan dialami wartawan Tempo, Andre Prasetyo Nugroho. Direktur Tempo TV, Anton Aprianto, mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Andre terakhir terjadi pada Ahad, 17 Mei 2026 pukul 10.42 WIB — sehari sebelum insiden pencegatan terjadi.

Sebelum kontak terputus, Andre sempat mengirimkan video SOS dan meminta timnya menghubungi keluarganya.

“Kami terus memantau situasi sambil terus berkoordinasi dengan pihak keluarga,” ujar Anton.

Pemerintah Indonesia Kecam Keras, Siapkan Langkah Pemulangan

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bergerak cepat merespons insiden ini. Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menyatakan pemerintah mengecam keras tindakan militer Israel dan menuntut pembebasan segera seluruh kapal beserta awak dan relawan yang ditahan.

“Kami akan terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi perlindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, kondisi kesembilan WNI tersebut masih terus dipantau oleh pemerintah Indonesia.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan

Iklan
BREAKING NEWS