Kegiatan yang telah berlangsung sejak 2018 ini digelar secara swadaya oleh masyarakat kampung serta dukungan para perantau asal Balah Aie Utara. Setiap hari selama Ramadhan, jamaah yang datang ke Surau Kataping disediakan hidangan berbuka puasa dan sahur.
Salah seorang penggagas kegiatan, Anwar Chaniago, mengatakan program ini bertujuan membantu masyarakat agar dapat lebih fokus menjalankan ibadah selama bulan suci Ramadhan.
“Dengan adanya makan untuk berbuka dan sahur di surau, jamaah tidak perlu lagi memikirkan kebutuhan tersebut sehingga bisa lebih fokus beribadah,” ujarnya.
Selain menyediakan hidangan berbuka dan sahur, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong gerakan Sumbayang 40, yakni salat berjamaah selama 40 hari berturut-turut di surau atau masjid.
Menurut Anwar, keberlangsungan program ini tidak terlepas dari semangat gotong royong masyarakat serta kontribusi para perantau yang turut menyisihkan sebagian rezekinya untuk mendukung kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, sejak 2018 kegiatan ini terus berjalan berkat dukungan masyarakat dan perantau. Semangat kebersamaan ini yang membuat program ini tetap terlaksana setiap tahun,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menyemarakkan ibadah di bulan suci Ramadhan.
Program buka dan sahur bersama ini pun menjadi salah satu contoh nyata solidaritas masyarakat Balah Aie Utara dalam mempererat hubungan antara warga kampung dan para perantau sekaligus menghidupkan kegiatan keagamaan di Surau Kataping selama Ramadhan.

.jpeg)


